Tingkatkan Imunitas segera Ubah Pola Hidup Anda

GAYA hidup tak sehat mulai dari rokok, makanan instan, polusi udara, membuat Anda rentan terserang batuk. Meskipun dianggap tak berbahaya, namun penyakit ini sangat mengganggu aktivitas Anda.

Banyak faktor yang bisa memicu flu dan batuk. Salah satunya kurangnya istirahat. (Foto: Google)

Menjalani hidup sehat dewasa ini sepertinya semakin sulit saja. Padatnya aktivitas tanpa diselingi istirahat yang cukup, melimpahnya makanan enak namun membahayakan kesehatan, serta gaya hidup negatif menjadikan masyarakat modern rentan terserang penyakit. Akibatnya, berbagai kuman dan virus dengan santainya menggerogoti daya tahan tubuh.

Merokok salah satunya. Kebiasaan mengisap tembakau ini sudah sejak lama diketahui membahayakan kesehatan. Namun, keinginan dianggap jantan, tren gaya hidup, mengurangi stres, sudah kecanduan, sarana refreshing, merupakan beberapa alasan yang biasa dipakai oleh perokok untuk mempertahankan perilaku buruknya. Padahal, di setiap bungkus rokok sudah ada peringatan yang jelas tentang bahaya rokok.

Salah satu bahaya rokok yang belum banyak diketahui adalah batuk kronik. Batuk kronik adalah batuk yang sudah berlangsung lebih dari empat bulan, berarti sudah mendekati keadaan kronik (lama) dari penyakitnya dengan jumlah dahak minimal satu sendok teh. Jika semakin parah, bahkan akan merambat menjadi bronkitis kronik.

Penelitian epidemiologi telah menunjukkan bahwa batuk kronik banyak berhubungan dengan kebiasaan merokok. Sekitar 25 persen dari mereka yang merokok setengah bungkus per hari akan mengalami batuk-batuk, sementara dari penderita yang merokok 1 bungkus per hari akan ditemukan kira-kira 50 persen yang batuk kronik. Sebagian besar dari perokok berat yang merokok 2 bungkus per hari akan mengeluh batuk-batuk kronik.

“Untuk sebagian orang, batuk kronik sangat mengganggu dan tidak nyaman. Sementara untuk orang lain malah dapat menyusahkan dan dapat memiliki dampak yang parah pada kualitas hidup mereka,” kata Prof Maria Belvisi, seorang peneliti dari National Heart and Lung Institute at Imperial College London,Inggris.

Studi terbaru menunjukkan, dengan menghirup senyawa kunci dalam asap rokok yaitu akrolein dan zat kimia yang disebut cinnamaldehyde, dapat mengaktifkan reseptor pada saraf sensorik paru-paru, yang akhirnya memicu batuk. Bahkan, semakin tinggi konsentrasi senyawa tersebut, batuk akan semakin parah.

Tidak hanya perokok aktif, perokok pasif yang berada di sekelilingnya juga terancam batuk. Sebuah penelitian berskala besar di Amerika Serikat juga menemukan bahwa 22 persen nonperokok juga akan menderita batuk yang antara lain disebabkan oleh menghirup rokok dari perokok, penyakit kronik, polusi udara, dan lain-lain.

Penelitian lain yang baru-baru ini dilakukan juga menunjukkan bahwa anak dari orang tua perokok dapat menderita penyakit pernapasan lebih sering dan lebih berat, angka kejadian terhadap gejala gangguan pernapasan kronik juga lebih tinggi. Selain itu, perokok pasif ini akan mengalami peningkatan kadar karbonmonoksida darah yang menunjukkan bahwa pasien juga terpapar asap rokok lebih tinggi.

Tidak hanya rokok, tabiat buruk lain yang memicu batuk adalah mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak. Biasanya, gorengan semacam pisang goreng, bakwan, ayam goreng, combro, atau segala lauk-pauk yang digoreng, lebih memberi rasa pada selera makan.

Jangan heran jika makanan ini lalu disukai, baik anak-anak maupun orang Dewasa. Namun, sering kali tenggorokan menjadi gatal dan timbul batuk sesudah kita menyantap makanan tersebut. Rasa gatal pada tenggorokan juga disebabkan oleh senyawa akrolein, yang terbentuk karena suhu pemanasan minyak goreng melebihi titik asapnya.

Penyakit batuk juga bisa diakibatkan oleh perubahan cuaca, khususnya peralihan musim kering dan musim penghujan, atau sebaliknya. Saat itu, tubuh menjadi rentan terhadap berbagai macam penyakit karena pada masa peralihan cuaca seperti ini, bakteri dan virus penyebab batuk, dan juga pilek, berkembang biak dengan sangat baik.

Padahal, pada masa tersebut daya tahan tubuh cenderung menurun. Sampai-sampai batuk dan pilek dan flu sering juga disebut sebagai penyakit musiman. Karena, ketiga penyakit ini sering muncul bersamaan. Jika batuk karena sejumlah persoalan gaya hidup dan musim ini terjadi, jangan buru-buru minum obat batuk, apalagi obat yang mengandung bahan-bahan kimiawi.

Segeralah ubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat. Berhenti merokok atau setidaknya kurangi jumlah batang rokok yang Anda isap. Lalu, jaga asupan makanan dengan mengonsumsi hidangan sehat dan bergizi. Setelah itu, istirahatlah yang cukup dan perbanyak minum air putih. Dengan begitu, stamina Anda tetap terjaga, dan “si penganggu” batuk tentu akan sirna.

(Koran SI/Koran SI/tty)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s