Jaga Kesehatan dan hindari Penyakit Pascabencana

 
Usai banjir biasanya berbagai penyakit siap menyerang, seperti diare, infeksi pernapasan, dan lain-lain. (Foto: Google)
BENCANA tidak saja menimbulkan kerugian dari sisi sarana dan infrastruktur. Namun, yang tak kalah penting dari itu adalah derajat kesehatan masyarakat yang semakin rendah.

 
Bencana alam selalu saja menyisakan kepedihan. Tidak hanya terpaksa kehilangan keluarga, tempat tinggal, dan harta benda, juga menyisakan “penderitaan” lanjutan. Berbagai wabah dan penyakit dapat menyerang korban yang selamat karena daya tahan tubuh menurun, suplai air dan lingkungan tercemar, serta konsumsi makanan yang tidak terjamin.

Gempa, banjir, dan tsunami misalnya, selain menelan korban luar biasa jumlahnya, bencana alam yang tergolong dahsyat ini meninggalkan rusaknya infrastruktur dan lingkungan alam. Daerah yang terkena banjir umumnya tergenang air yang bercampur dengan sampah, termasuk bangkai ikan mati, binatang mati, hingga mayat manusia.

Kondisi ini adalah tempat yang ideal bagi pertumbuhan berbagai penyakit di antaranya malaria, inspeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, leptospirosis, kolera, dan infeksi kulit. Datangnya penyakit tersebut harus diwaspadai agar tidak menimbulkan bencana yang lebih hebat lagi.

Karena itu, peran petugas medik dan Dinas Kesehatan setempat yang cepat dan tanggap dengan keadaan sekitar dapat menolong korban bencana agar tidak menderita penyakit berbahaya.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Asep Hidayat Lukman mengatakan, daerahnya yang baru saja tertimpa musibah banjir mengaku telah sigap melakukan penyemprotan (fogging) dan pemberantasan jentik nyamuk di lokasi banjir.

“Pascahujan besar, biasanya jentik-jentik nyamuk yang menyebabkan demam berdarah dengue (DBD) mulai menetas,” katanya saat acara “Periksa Kesehatan Gratis Bersama 1.000 Dokter” yang diselenggarakan Extra Joss di Kampus Universitas Singaperbangsa (Unsika), Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Selain DBD, dia menyebutkan, penyakit lain yang rentan usai banjir adalah penyakit kulit seperti gatal-gatal, ISPA, otot pegal-pegal, influenza, disentri, kolera, leptospirosis, batuk, diare, rematik, dan tifus. “Itu juga merupakan penyakit khas warga Karawang karena letaknya dekat waduk,” sebut Asep.
 
Asep mengaku stok obat bagi korban banjir masih cukup. Bahkan, persediaannya masih tersedia hingga Juli 2010 mendatang. Tenaga medis dan perawat di posko kesehatan dan sejumlah puskesmas juga sudah siap membantu warga yang terkena masalah kesehatan.
 
Hal itu, lanjut dia, karena Pemerintah Kabupaten Karawang pada tahun ini telah berkomitmen menganggarkan dana hampir Rp15,6 miliar untuk jaminan kesehatan daerah (jamkesda) bagi warga miskin. Sebab, alokasi dana jaminan kesehatan masyarakat (jamkesmas) dari pusat tidak mampu melayani seluruh warga miskin yang jumlahnya separuh dari total penduduk di kabupaten tersebut.
 
“Namun, banyak korban banjir yang lalu berasal dari kalangan tidak mampu sehingga mereka enggan memeriksakan diri ke dokter atau rumah sakit. Padahal, sudah sejak 2006, untuk berobat bagi yang tidak mampu di Karawang itu gratis,” kata Asep.
 
Diketahui, selama lebih dari sepekan pada pertengahan hingga akhir Maret lalu, banjir telah menggenangi 10 dari 30 kecamatan di sekitar Karawang. Ke-10 kecamatan yang dilanda banjir luapan Sungai Citarum tersebut ialah Kecamatan Jayakerta, Klari, Rengasdengklok, Pakisjaya, Batujaya, Ciampel, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Karawang Timur, dan Karawang Barat.

Banjir awal 2010 itu tercatat merupakan banjir terparah selama 15 tahun terakhir di wilayah tersebut. Banjir ini merendam sedikitnya 23.014 rumah milik warga. Akhirnya, tak pelak sekitar 24.500 warga harus mengungsi. Ketinggian genangan sekitar 1,5 meter hingga 4 meter.
 
Dalam rangka perayaan ulang tahun Extra Joss yang ke-16, pelopor minuman energi ini mengadakan kegiatan “Pemeriksaan Kesehatan Gratis bersama 1.000 Dokter” di daerah ini. Karawang merupakan kota kedua yang dikunjungi setelah diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu.
 
Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mengerahkan 100 dokter dan bantuan beberapa perawat untuk membantu menangani keluhan- keluhan penyakit yang dirasakan warga usai banjir. Dipilihnya lokasi Kecamatan Teluk Jambe Timur karena daerah terparah yang diterjang banjir.

Bupati Karawang Dadang S Muchtar mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan mengucapkan terima kasih atas program yang dilaksanakan Extra Joss bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.Dia menuturkan, sektor kesehatan merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Karawang selain pendidikan dan ekonomi kerakyatan. ”Sasaran yang ingin dicapai dari pembangunan kesehatan adalah bagaimana membuat masyarakat Kabupaten Karawang sehat secara jasmani dan rohani hingga dapat mencapai usia 70 tahun,” katanya.
 
Untuk itu, Dadang menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Karawang telah mengambil sejumlah kebijakan guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kebijakan-kebijakan tersebut, antara lain pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur kesehatan, pengadaan kendaraan ambulans keliling, jaminan ketersediaan obat, dan pemberian insentif bagi petugas medis di puskesmas dan rumah sakit umum daerah (RSUD).
 
”Kami menyediakan dana block grant untuk pelayanan kesehatan masyarakat miskin yang tidak tercakup dalam jamkesmas. Saya bangga karena program kesehatan gratis bagi warga miskin yang didanai jamkesda ini menjadi percontohan kabupaten lain di Indonesia,” sebutnya.
 
Senior Brand Manager Extra Joss Teguh Indarto mengatakan, program ini memberikan pelayanan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan secara gratis bagi para korban banjir Karawang, khususnya di Kecamatan Teluk Jambe Timur.
 
Dia menyebutkan, targetnya sekitar 2.000 warga yang akan mengikuti kegiatan ini. Pihaknya mengaku telah menyebar 1.500 tiket dengan perhitungan bahwa warga yang datang akan mengajak serta anak, suami, maupun istrinya.
 
”Harapan kami dengan adanya acara ini, masyarakat bisa menjaga kesehatan dan meningkatkan staminanya sehingga dapat hidup secara normal dan kuat kembali untuk tetap produktif bekerja untuk menjalankan ekonomi keluarganya,” katanya.
 
Menurut Teguh, pada 2010 pihaknya mengambil tema “Stamina Untuk Negeri” dalam rangka ulang tahun ke-16 Extra Joss. Tema ini diambil sebagai upaya membangun kepedulian dan membantu masyarakat yang dirundung musibah. Kegiatan “Periksa Kesehatan Gratis bersama 1.000 Dokter” akan terus berjalan di 12 kota lainnya selama tahun ini. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s