Atasi Rekan Kerja yang Menyebalkan

Atasi rekan kerja yang menyebalkan (Foto: Corbis)
MENDAPAT rekan kerja yang tidak sesuai harapan memang tidak menyenangkan. Namun, karena Anda dan dia harus tetap bekerja sama, maka Anda harus mencari solusi agar tidak makan hati dan tetap dapat bekerja dengan baik. 

Banyak hal yang bisa membuat Anda berpikir kalau rekan Anda dalam bekerja tidak menyenangkan. Bisa karena perilakunya atau karena cara kerjanya yang Anda anggap tidak baik.

Entah apakah ia berada dalam satu tim dengan Anda atau hanya berada dalam departemen yang sama, Anda harus tetap menjaga hubungan baik dengannya. Tak hanya karena pekerjaan tapi juga demi nama baik Anda di mata orang-orang sekantor.

Seperti apakah tipe rekan kerja menyebalkan yang ada di kantor Anda? Apapun itu, semua pasti bisa ditangani dengan strategi yang baik, seperti berikut ini. 

Tukang ngoceh 

Sekilas, tipe rekan kerja seperti ini adalah teman yang menyenangkan. Dia ramah, mudah bergaul, dan senang bercerita. Sayangnya, kegemarannya bercerita tentang dirinya atau apapun yang ada di pikirannya selalu mengganggu konsentrasi rekan kerja lain yang sedang bekerja.

Cara mengatasinya, sebaiknya bicara padanya, bahwa Anda mengalami kesulitan berkonsentrasi jika harus bekerja sambil mendengarkan ceritanya. Katakan padanya, Anda akan mendengarkan ceritanya lebih lanjut jika pekerjaan Anda sudah selesai.

Jika Anda memang senang berteman dan mendengarkan ceritanya, coba juga meluangkan waktu dengannya saat makan siang atau akhir pekan. 

Tukang gosip 

Tukang gosip selalu tahu berita apapun di lingkungan kerja dan dia pasti akan menyebarkannya ke semua orang. Pertanyaannya, apakah Anda harus mendengarkannya atau tidak?

”Saran saya, dengarkan saja kabar darinya karena dari ceritanya Anda bisa mendapatkan beritaberita terbaru tentang lingkungan kerja. Yang penting ialah, Anda harus pandai-pandai menganalisa gosip yang diceritakannya,” jelas konsultan karir Dawn Rosenberg Mc- Kay, seperti dikutip dari about.com.

Menurut Dawn, cerita dari penggosip, tentunya ada yang benar dan ada yang tidak. Karena itulah, tetap kritis terhadap gosip yang diceritakan. Dengarkan saja baik-baik gosip tersebut, tapi Anda jangan tergoda untuk ikut bergosip dengannya.

Jika dia memancing respons Anda dengan bertanya, misalnya soal gosip tentang seorang rekan kerja, katakan saja bahwa Anda tidak memahami permasalahan yang ada, sehingga anda enggan berkomentar lebih jauh. Atau katakan kalimat-kalimat diplomatis lainnya.

Tukang mengeluh 

Rasanya, tak ada yang bisa membuat si tukang mengeluh bahagia. Anda akan selalu menemukan dia tengah mengeluh tentang kesehatannya, keluarganya, pekerjaannya, perusahaan, atau tentang atasannya.

Mungkin saja ada keluhannya yang benar, tapi jika terus-menerus mendengar keluhannya tentu akan membuat Anda ikut-ikutan stres. Apa yang harus Anda lakukan jika ia mulai mengeluh?

”Jika Anda memberinya saran, sepertinya hal tersebut tak akan banyak membantu karena para pengeluh biasanya tidak mencari solusi melainkan hanya ingin menumpahkan kekesalannya,” tegas Dawn.

Jadi, menurut Dawn, jika melihatnya mengeluh, langsung saja ganti topik pembicaraan. Jika Anda melakukan ini terus-menerus, tentu dia akan paham dan menangkap maksud tersembunyi dari sikap anda itu. 

Tukang mengoper pekerjaan 

Ini adalah tipe rekan kerja yang senang mengalihkan pekerjaannya kepada orang lain, padahal ia tidak punya kewenangan untuk melakukan hal tersebut terhadap Anda atau rekan kerja yang lain.

Biasanya, mereka melakukan ini karena tak sanggup atau malah tidak mau mengerjakan semua pekerjaan yang diberikan padanya.

Jika Anda memang punya waktu dan ingin melakukannya, maka bantulah ia dengan sewajarnya. Namun, jika Anda tak punya waktu dan sudah sibuk dengan pekerjaannya Anda sendiri, maka tak ada salahnya jika Anda menolak permintaannya. 

Tukang klaim keberhasilan 

Rekan kerja seperti inilah yang paling menyebalkan. Ia tidak pernah mengakui bahwa proyek yang berhasil dikerjakan dan dipuji atasan adalah hasil kerja tim, bukan hanya hasil kerja satu orang saja.

Jika dia baru melakukannya sekali, anggap saja hal tersebut sebagai sebuah kekhilafan. Tapi katakan padanya, bahwa lain kali ia juga harus menyebut orang-orang yang membantunya dalam proyek tersebut.

Jika dia tetap mengklaim prestasi kerja sebagai hasil kerjanya sendiri, katakan saja pada orang-orang bahwa proyek tersebut adalah hasil kerja bersama. Setelah itu, jika diajak kerja sama lagi olehnya, sudah sepatutnya Anda menolak ajakan itu, kecuali jika yang meminta adalah atasan Anda.

Bagaimana jika segala strategi tersebut tidak berhasil? Konsultan karir Alison Doyle, menyarankan untuk mulai berpikir mencari pekerjaan baru.

”Jika Anda merasa bahwa pekerjaannya Anda menjadi terasa sulit daripada menyenangkan, mungkin memang saatnya mulai berpikir untuk pindah kerja,” urai Alison.

Jika mencari pekerjaan adalah jalan terbaik,Alison menyarankan untuk mulai memperluas jaringan kerja dan mulai mencari lowongan kerja baru.

Langkah ini adalah langkah pertama yang realistis karena dengan memperluas jaringan, secara otomatis pintu untuk mendapatkan informasi tentang pekerjaan baru bisa terbuka lebar.

”Atau kalau tidak, mencari pekerjaan dengan cara klasik yaitu di website karir atau di surat kabar. Namun yang pasti, Anda juga harus menyiapkan keahlian dan keterampilan yang jauh lebih baik sebagai modal untuk melamar kerja di tempat yang baru,” tegas Alison.(Koran SI/Koran SI/nsa)

//

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s