Berdamai dengan Perbedaan Pasangan

Fitri Yulianti – Okezone

Pelajari teknik menghindari pertengkaran agar ikatan pernikahan makin kuat. (Foto: gettyimages)
TELUSURI apakah pertengkaran Anda karena memang ada masalah atau hanya munculnya sedikit perbedaan. Pelajari teknik menghindari pertengkaran agar ikatan pernikahan makin kuat.
 
Jika masalah rumah tangga tidak mengancam kesehatan, keselamatan, keamanan keuangan, ataupun tidak merusak tujuan pernikahan, maka mungkin itu hanya tanda bahwa Anda berdua adalah dua orang yang berbeda.
 
Mungkin Anda seorang ekstrovert sedangkan pasangan cenderung introvert. Mungkin Anda tipe konseptor, sedangkan pasangan selalu menyelesaikan setiap detail. Atau mungkin salah satu dari Anda rutin bangun pagi, dan pihak lainnya jadi “burung hantu” di malam hari. Dalam hal ini, solusinya adalah penerimaan, dan tidak usah mencoba mengubah pasangan.
 
Berikut cara untuk memperkuat pernikahan, seperti diulas Reader’s Digest.
 
Memilih waktu yang tepat
 
Pemecahan masalah tidak mungkin bisa dilakukan jika Anda dalam kondisi lelah, lapar, kelebihan beban, stres, bingung, atau bergelut dalam rutinitas. Simpan topik pembicaraan yang dirasa sangat penting untuk waktu yang lebih baik.
 
Coba menerima
 
Pelajari seni menerima dan menghargai pasangan, bukan terus menggerutui kekurangannya. Trik ini benar-benar membantu Anda berdua menemukan solusi yang lebih baik terhadap suatu masalah. Dengan perasaan menerima, itu memotivasi kita untuk menyenangkan satu sama lain.
 
Menghalau pengrusak diskusi
 
Pakar hubungan Universitas Washington John Gottman PhD, menyarankan pasangan untuk melakukan semua yang mereka bisa untuk menghindari kebiasaan mematikan, seperti mengkritik, mencibir, menghina, dan sebagainya.
 
Belajar dari pasangan bahagia
 
Dr Gottman mengatakan, istri dapat meningkatkan peluang untuk memecahkan masalah dengan mengawali percakapan tanpa konfrontasi. Coba permulaan yang lembut dengan berbicara tentang perasaan Anda dan meminta masukan pasangan, bukan mengkritik, menyalahkan, atau mengumbar kemarahan tingkat tinggi.
 
Sebaliknya, suami bisa memberikan kontribusi lebih baik dengan mempertimbangkan pendapat, ide, dan rencana istri untuk solusi bersama, dan bukan rencana sepihak.
 
Sabar menghadapi diri sendiri
 
Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Pelajari keterampilan memecahkan masalah tentu membutuhkan waktu, sebab ini adalah pekerjaan besar. Berikan diri Anda dan pasangan kesempatan untuk melaksanakan kesepakatan, meski hal kecil.
(ftr)

//

One thought on “Berdamai dengan Perbedaan Pasangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s