sabar dan jangan tergesa-gesa

Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya, “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-

gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (adzab)-Ku. Maka janganlah kamu minta

kepada-Ku mendatangkannya dengan segera.” (QS. al-Anbiya’: 37)

Sahabat, ada sifat dasar kita yang harus selalu kita waspadai yaitu tergesa-gesa, maunya

ingin cepat sukses, ingin cepat kaya, ingin cepat sembuh, ingin cepat cantik dan tampan,

ingin cepat nikah, ingin cepat punya mobil dan rumah, ingin cepat punya gaji tetap dan

passive income. Pokoknya semua harus serba GPL lah ( Gak Pake Lama ).

Tidakkah kita sadari bahwa Allah saja menciptakan Manusia, Alam semesta dan kehidupan ini

melalui proses yang sangat panjang, padahal Dia sangat kuasa untuk menjadikan semuanya itu

dengan instan, cukup dengan satu kata perintah ” KUN FAYAKUN ”= Jadi maka jadilah, tetapi

mengapa itu tidak Dia lakukan ?, itulah cara Allah SWT memberi pelajaran kepada kita tentang

arti sebuah PROSES.

Suatu hari, seorang pemuda hendak menimba ilmu bela diri kepada seorang guru kungfu. Sang

Guru pun menerimanya sebagai murid dengan beberapa syarat.”Setiap pagi engkau harus menimba

air dari sungai lalu mengangkatnya ke rumahku yang letaknya di atas bukit.” Sang Pemuda

menyetujuinya. Demikianlah, ia melakukan tugas tersebut setiap hari. Ia mengambil air dari

sungai dan membawanya dengan dua buah ember. Karena bak air di rumah sang Guru begitu besar,

si pemuda harus bolak-balik, naik dan turun bukit, sampai beberapa kali.

Tak terasa tiga bulan sudah berlalu. Si pemuda mulai gelisah.”Mengapa Guru belum juga

mengajariku ilmu bela diri. Jangankan jurus-jurus jitu, dasar-dasarnya saja belum pernah dia

ajarkan. Masa kerjaku hanya mengangkat air. Sungguh pekerjaan yang tidak berguna.” Kemudian

ia memutuskan untuk mendatangi gurunya “Guru, aku sudah mulai lelah dengan tugas yang kau

berikan. Setiap hari aku harus bangun pagi-pagi menimba air dan barus beristirahat ketika

senja mulai tiba. Kapan Guru akan mengajariku ilmu pamungkas? Kalau begini terus, lebih baik

aku berhenti saja!” katanya sedikit marah.

Sang guru diam sejenak lalu mengajaknya pergi ke kebun belakang. “kamu lihat tanaman bambu

dan pakis itu?” katanya sambil menunjuk tanaman yang ada di depannya. Si pemuda mengangguk.

“tanaman bambu dan pakis itu aku tanam dalam waktu yang bersamaan. Ketika pertama kali

menanamnya, aku merawat benih-benih itu dengan saksama. Kemudian, pakis-pakis itu tumbuh

dengan sangat cepat, warna hijaunya yang menawan menutupi tanah. Tidak ada yang terjadi pada

benih bambu, tetapi aku tidak berhenti merawatnya. Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh

lebih cepat dan lebih banyak lagi. Namun, tetap tidak terjadi apa-apa pada benih bambu. Aku

tetap tidak menyerah. Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari benih bambu,

tetapi aku terus saja merawatnya, begitu juga dengan tahun keempat. Lalu pada tahun kelima

sebuah tunas kecil muncul dari dalam tanah. Dibandingkan dengan pakis, tunas itu kelihatan

begitu kecil dan tampak tidak berarti. Namun enam bulan kemudian, bambu ini tumbuh pesat dan

tingginya mencapai lebih dari 100 kaki. Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan

akar-akarnya. Akar-akar itu membuatnya kuat dan memberikan apa yang dia butuhkan untuk

bertahan.”

Sang Khalik tidak akan memberikan kita tantangan yang tidak bisa kita hadapi. Dari semua

pergumulan hidup, entah masalah di tempat kerja, rumah tangga, pertemanan yag tak kunjung

berakhir, sebenarnya kita sedang menumbuhkan akar-akar kita. Mungkin hari-hari yang kita

jalani tampak tidak bermakna tanpa perubahan. Namun, sebenarnya melalui pengalaman dan

perjalanan hidup yang kita lalui, kita sedang melatih diri membangun karakter dan fondasi

hidup yang kokoh.

Mungkin saat ini kita belum melihat apa-apa. Tidak ada sesuatu yang terjadi dalam hidup

kita. Tetapi alam semesta ini tidak pernah menyerah pada kita, sama halnya seperti guru

kungfu dalam cerita di atas. Dia terus menunggu, “merawat” , “memupuk”, bahkan beberapa

tahun ke depan, kita akan tumbuh menjadi pribadi yang unggul bahkan pertumbuhan kita akan

melebihi orang-orang biasa lainnya. Your time is come! Yakinilah Saatnya akan tiba Itu semua

bergantung pada pribadi kita. Karena itu, jangan pernah menyerah dan putus asa dengan segala

keadaan kita.

Jika kita gagal tujuh kali, bangkitlah untuk yang kedelapan kali agar kita pun menikmati

jerih lelah kita selama ini. KITA SEMUA PASTI BISA SELAMA KITA SENANTIASA BERSAMA ALLAH YANG

MAHA BISA.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapatkan

pahala (dari kebajikan) yang diusahakan dan ia mendapat siksa ( dari kejahatan ) yang

dikerjakan. ( QS 2:286 )
http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

Rekening Rumah Yatim Indonesia

Bank BCA :
230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU (Recomended)
230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MANDIRI :
156.0003296409 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MUAMALAT :
305.00116.15 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

SYARIAH MANDIRI :
0697060425 atas nama Muhammad Aly (Ust.Aly/Pimpinan)

Bank BNI :
0184300117 atas nama Muhammad Aly

Bank BRI :
1169-01-001027-50-5 atas nama Muhammad Aly

Jika Anda Ingin Konfirmasi Silahkan SMS ke 081313999801 / 087885554556 / 088211065485 (

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s