5 Menit Bersama Bidadariku

5 MENIT BERSAMA BIDADARIKU

Mau nikah ? ntar dulu, siapa calonnya ? cantik gak ? gantengnya seperti siapa ? udah kerja

belum ? anaknya orang kaya ya ? tinggi badannya setara gak ? bodinya gimana ? umurnya sudah

tua ya ? sudah sarjana ?

Cobalah kita fikir dan renungkan firman Allah berikut ini :

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak

(berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.

JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KURNIA-NYA. Dan Allah Maha luas

(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah

menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.” (An-Nuur

24:32-33)

Ingat Sahabat, Nikah dan menikahkan bukan urusan personal belaka tetapi merupakan kewajiban

sosial, ketika kita melihat anak kita, saudara kita, orang-orang disekitar kita sudah

waktunya menikah tetapi masih ragu bahkan takut menikah atau kesulitan mencari jodohnya,

maka kewajiban kita membantu memudahkannya sesuai kemampuan kita.

Namanya Aini. begitu saya biasa memanggilnya. Salah satu “adik” terbaik yang pernah saya

miliki, yang pernah saya temui dan alhamdulillah Allah pertemukan saya dengannya.

Seharusnya 20 Nopember nanti genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya,

banyak contoh yang bisa saya ambil darinya. Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan

pengabdian yang luar biasa dalam meretas jalan dakwah . Seorang Penggerak dakwah yang

tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa

dan memiliki prasangka baik yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu

amanah saya terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.

Ketika beberapa gadis lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang

pernikahan, maka Aini ,Allah taqdirkan harus terus meretas kesabaran. Beberapa kali saya

berikhtiar membantunya menemukan pemuda shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah

perjalanan proses..Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang

keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang

pemuda begitu ” lemahnya ” hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang ? Atau ketika

masalah fisik, suku, serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang pemuda

mengundurkan diri , Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes ” kenapa pemuda

sekarang seperti ini ?

Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya. Kepasrahan

dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya.

Hingga, akhirnya seorang pemuda shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang dan

berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang

ia tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna “Alhamdulillah..jazakillah saya sudah

membantu…mohon doa agar diridhai Allah ”

Alhamdulillah , Allah mudahkan proses ta’arauf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala

apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal pemuda shalih yang Allah pilihkan

tersebut berusia 8 tahun lebih muda dari usianya.

Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad

pun direncanakan 1 bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang pemuda

menyelesaikan studi di negeri Mesir.

Namun , Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan..

2 minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai Aini mengisi sebuah

kajian , motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer

didepannya. Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. 2 hari setelah peristiwa

itu, Rumah sakit yang menanganinya pun menyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat banyak

karena kondisinya yang begitu parah.

Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga Aini

juga sang pemuda pun sudah berkumpul. Mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap

menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdoa agar Allah berikan yang terbaik dan

terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan Aini tersadar dan menggerakkan

jemarinya. Ya Rabb…sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan

kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga

kemudian sang pemuda pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga Aini.

” Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Agamanya ini. Jika Allah berkehendak

memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah

Rasulullah…”

Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya ?

Dalam kedaaan demikian , akhirnya 2 keluarga besar itupun sepakat memenuhi permintaan sang

pemuda.

Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga Aini. Dan baru kali itulah saya

melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata jernihnya.

Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu,orangtua dari 2 pihak, serta beberapa sahabat

dan dokter serta perawat…pernikahan yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak

seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh

dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis

kesedihan.

Tepat setelah ijab kabul terucap…sang pemuda pun mencium kening Aini serta membacakan doa

diatas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi

hampir seluruh kepala Aini. Lirih, kami pun masih mendengar Aini berucap, ” Tolong Ikhlaskan

saya…..”

Hanya 5 menit. Ya..hanya 5 menit setelah ijab kabul itu. Tangisanpun memecah ruangan yang

tadinya senyap menahan sesak dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang

dan senyum indah.

Sang Pemuda telah menjemput seorang bidadari… sebuah karunia indah dan janji yang telah

Allah berikan padanya…

Dan sang pemuda pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes airmata yang tidak

kuasa ditahannya…

” ..SAYA TELAH MENIKAHI SEORANG BIDADARI.. NIKMAT MANA LAGI YANG HARUS SAYA DUSTAKAN…”

Begitulah sang pemuda shalih mengutip ayat Ar RahmanNya…

Ya Rabb..Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu..Maka jadikanlah kami

senantiasa dapat memngambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan…

Selamat jalan adikku sayang …engkau memang bidadari surga yang Allah tidak berkenan

seorang pemuda pun didunia ini yang bisa mendampingi kehidupanmu kecuali para pemuda shalih

yang berkhidmat di jalan dakwah dengan ikhlas, tawadhu dan siap berjihad dijalanNya dan

kelak menutup mata sebagai seorang syuhada….”

Selamat jalan Aini..semoga Allah memberimu tempat terindah di surgaNya….Semoga Allah

kumpulkan kita kelak didalam surgaNya…amiin)

Wasiat Rasulullah Saw. kepada calon istri dan keluarganya:
“Apabila datang kepada kalian seorang peminang yang kalian senangi agamanya dan akhlaknya

maka cepat-cepatlah dikawinkan. Kalau kalian tidak melakukannya maka akan timbul fitnah di

muka bumi dan kerusakan yang besar.”

“Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya,

dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang mempunyai agama, niscaya kamu beruntung.” [HR.

Bukhari dan Muslim].

“Dapatkan wanita yang beragama, (jika tidak) niscaya engkau merugi.” [HR. Bukhari dan

Muslim].

“Janganlah kalian mengawini wanita karena kecantikannya, mungkin kecantikannya itu banyak

mencelakakan. Dan janganlah kamu kawini wanita karena hartanya, mungkin hartanya itu bisa

menyombongkannya. Akan tetapi, kawinilah mereka karena agamanya, sesungguhnya hamba sahaya

yang hitam warna kulitnya tapi beragama itu lebih utama.” [HR. Ibnu Majjah, Al-Bazzar, dan

Baihaki].

“Hati-hatilah dari wanita cantik yang dilahirkan dari keluarga yang buruk.”
“Sebaik-baik wanita adalah apabila engkau melihatnya, dia menggembirakan. Apabila engkau

perintah dia mentaatimu, dan ia senantiasa memelihara dirinya dan hartamu di belakangmu.”

[HR. at-Tabroni dari Abdullah bin Salam].

“Hendaknya tiap-tiap orang berusaha memiliki hati yang bersyukur dan lidah yang berdzikir

dan memiliki istri yang membantu dan mendorong dalam masalah akhirat.” [Ar-Rokhawi dari

hadits Abu Hurayrah].

“Dunia semuanya adalah kesenangan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita sholehah.”

[HR. Muslim].

TERNYATA SALAH SATU KUNCI SUKSES ADALAH PUNYA ISTRI SHALIHAH.

Sahabat, tidak ada satu manusiapun yang sempurna fisik dan akhlaqnya di dunia ini, dan tidak

ada satu manusiapun yang bisa berbuat sesuai dengan kehendak kita, pasti ada perbedaan,

pasti ada akan perselisihan, pasti akan ada pertengkaran, semua itu adalah proses ujian

untuk kita semua, sebagai tolok ukur sejauhmana keimanan dan kesabaran kita, OK YUK KITA

SEGERA MENIKAH dan MENIKAHKAN, hilangkan segala kekhawatiran karena Allahlah yang

menjaminnya. http://www.facebook.com/l/98525;www.rumah-yatim-indonesia.org/

Rekening Rumah Yatim Indonesia

Bank BCA :
230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU (Recomended)
230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MANDIRI :
156.0003296409 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

Bank MUAMALAT :
http://www.facebook.com/l/98525;305.00116.15 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

SYARIAH MANDIRI :
0697060425 atas nama Muhammad Aly (Ust.Aly/Pimpinan)

Bank BNI :
0184300117 atas nama Muhammad Aly

Bank BRI :
1169-01-001027-50-5 atas nama Muhammad Aly

Jika Anda Ingin Konfirmasi Silahkan SMS ke 081313999801 / 087885554556 / 088211065485 (

Ust.Aly )

2 thoughts on “5 Menit Bersama Bidadariku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s