Instalasi Listrik Rumah Tangga

INSTALASI LISTRIK PENERANGAN RUMAH

Listrik merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan manusia setiap hari, baik

di sekolah, pabrik, kantor maupun rumah-rumah tinggal yang mempergunakan

peralaan listrik. Berdasarkan pemakaian tenaga listrik, jenis instalasi listrik

dibedakan menjadi instalasi penerangan dan tenaga.

Menurut rida Ismu, A. (1979: 22), instalasi penerangan adalah instalasi listrik

yang memberikan tenaga listrik untuk keperluan penerangan (lampu) dan alat-alat

rumah tangga. Menurut PUIL 1987 instalasi rumah / domestik adalah instalasi

listrik dengan tegangan ke bumi 300 Volt untuk rumah tinggal, toko, ruang

kantor, hotel dan sebagainya serta digunakan untuk penerangan dan keperluan

rumah tangga.

Alat-alat rumah tangga yang dimaksud adalah peralatan atau perabot rumah

tangga yang bekerjanya memerlukan tenaga listrik. Misalnya: setrika listrik,

kompor listrik, radio, televisi, alat pemanggang roti dan lain sebagainya.

Selanjutnya akan diuraikan beberapa bahasan mengenai perlengkapan instalasi,

yaitu:

2.1.1 Penghantar Instalasi

Dalam pemasangan instalasi penerangan penghantar adalah seutas

kawat, baik yang telanjang maupun berisolasi sebagai kabel yang

berfungsi menghantarkan arus listrik. Penghantar terdiri dari dua jenis

yaitu kabel dan kawat. Kabel adalah penghantar yang dilapisi dengan

bahan isolasi (penghantar berisolasi) Kawat adalah penghantar tanpa

dilapisi bahan isolasi (penghantar telanjang)

Mengenai penghantar yang akan digunakan dalam instalasi

penerangan rumah tinggal diantaranya kabel NYA dan kabel NYM.

c. Kabel NYA

Kabel NYA adalah penghantar dari tembaga yang berinti tunggal

berbentuk pejal dan menggunakan isolasi PVC. Kabel ini merupakan

kabel rumah yang paling banyak digunakan.

Kabel NYA dimaksudkan untuk dipergunakan didalam ruangan

yang kering, untuk instalasi tetap dalam pipa dan sebagai kabel

penghubung dalam lemari distribusi. Isolasi kabel NYA diberi warna

hijau-kuning, biru muda, hitam, kuning atau merah. Contoh

penandaan kabel NYA dapat dilihat pada gambar 1.

1. Kode pengenal

N: kabel jienis standart dengan tembaga sebagai pnghantar

Y: Isolasi PVC

A: Kawat berisolasi

re: Penghantar padat bulat

2. S: Tebal nominal

D: Diameter maksimal

Gambar 1. Penandaan Kabel NYA

Pemasangan tetap kabel NYA untuk instalasi listrik di dalam rumahrumah

atau gedung mengikuti dua cara yaitu:

1. Pemasangan Kabel NYA dalam Pipa Instalasi

Maksud dari pemasangan penghantar di dalam pipa instalasi

adalah:

a. Memberikan perlindungan pada penghantar terhadap pengaruh

mekanis yang rusak.

b. Malindungi bangunan terhadap kemungkinan adanya bahaya

kebakaran akibat hubung singkat.

c. Mempermudah pembongkaran dan pemasangan kembali

penghantar-penghantar pada waktu perbaikan atau penggantian

penghantar yang rusak.

SPLN42 Produsen NYA 4f 450/750V *LMK* SP

Inti Kabel

Tanda

Standar

Kode Pengenal

jenis Kabel

Tegangan

Pengenal

Jarak Antara

Isolator

Tanda Pengenal

Produsen

Luas Penampang

Penghantar

Tanda Badan

Penguji

d

S

Jumlah kabel rumah NYA yang dipasang di dalam pipa, harus

memungkinkan penarikan secara mudah. Jumlah kabel tersebut tidak

boleh melebihi ketentuan yang tercantum dalam lampiran 1, tabel 3.

Untuk memenuhi syarat-syarat instalasi yang aman dan andal,

maka pemasangan kabel dalam pipa instalasi harus memenuhi syaratsyarat:

a) Tidak ada kemungkinan hubung singkat di dalam pipa instalasi.

b) Mudah diperbaharui tanpa melepaskan pipa instalasi dari

tempatnya.

c) Pipa instalasi harus dipasang pada bagian-bagian bangunan secara

baik dan kuat.

2. Pemasangan kabel NYA tanpa pipa instalasi.

Pemasangan kabel NYA tanpa pipa instalasi dilaksanakan dengan

menggunakan isolator rol. Isolator rol adalah benda isolasi yang

digunakan umtuk menempelkan kabel NYA pada penerangan rumah.

Isolator harus dipasang sedemikian rupa sehingga menurut PUIL

1987 (pasal 730. D. 1), untuk kabel rumah jenis NYA jarak minimum

untuk penghantar satu dengan yang lainnya adalah 3 cm. Jarak antara

titik tumpunya tidak boleh melebihi 1 meter (Van Harten, 1986: 18).

Pada instalasi rumah, pemasangan kabel NYA yang tidak

mempergunakan pipa instalasi, dilaksanakan apabila:

a) Pemasangan penghantar ditempat yang tidak terlihat, seperti di ruang

tempat tinggal, toko-toko, ruang sekolah dan sebagainya.

b) Pemasangan penghantar di luar jangkauan tangan (lebih tinggi dari

2,5 meter diatas tanah).

Ketentuan-ketentuan di atas berarti bahwa biarpun penghantar itu

tinggi tetapi kelihatan dari ruang tempat tinggal, maka tidak boleh

dipasang tanpa menggunakan pipa instalasi.

d. Kabel Instalasi Berselubung (NYM)

Kabel NYM adalah penghantar dari tembaga berinti lebih dari satu,

berisolasi PVC dan berselubung PVC. Keuntungan kabel instalasi

berselubung dibandingkan dengan instalasi didalam pipa antara lain lebih

mudah di bengkokkan, lebih tahan terhadap pengaruh asam dan uap atau

gas tajam. Serta sambungan dengan alat pemakai daat situtup lebih rapat

(Van Harten, 1986: 115)

Kabel NYM dapat digunakan di atas dan di luar plesteran pada ruang

kering dan lambab, serta diudara terbuka. Penghantarnya terdiri dari

penghantar padat bulat atau dipilin bulat berkawat banyak dari tembaga

polos yang dipijarkan. Isolasi inti NYM harus diberi warna hijau-kuning,

biru muda, merah, hitam atau kuning. Khusus warna hijau-kuning

tersebut pada seluruh panjang inti dan dimaksudkan untuk penghantar

tanah. Sedangkan warna selubung luar kabel harus berwarna putih atau

putih keabu-abuan. Contoh penandaan kabel NYM dapat dilihat pada

gambar 2.

1. Kode pengenal

N : Kabel jenis standart dengan tembaga sebagai penghantar.

Y : Isolasi PVC.

M :Selubung PVC

Re: Pnghantar padat bulat

Rm: Pnghantar bulat berkawat banyak.

-I: Kabel dengan sistem pengenal warna inti hitam-kuning

-0: Kabel dengan sistem pengenal warna inti tanpa hijau-kuning

2. S1: Tebal isolasi nominal

S2: Tebal lapisan pembungkus inti

S3: Tebal selubung nominal

d : Diameter

SPLN42 Produsen NYM 2x25mm2 300/500 *LMK*

d

S2

S1

S3

Isolator PVC

Tanda Pengenal

Standar Kode Pengenal

Jenis Kabel

Tegagan

Pengenal

Selubung Isolator

PVC

Tanda Pengenal

Badan Penguji

Jumlah inti dan luas

penampang kabel

Tanda Pengenal

Produsen

Lapisan

Isolator

Inti Kabel

Gambar 2.

Penandaan kabel NYM.

Kemampuan hantar arus kabel NYM adalah seperti tercantum

dalam tabel 4, yang berlaku untuk suhu keliling 300 C dan 400 C, dengan

suhu penghantar maksimum 700 C (PLN, SPLN 42-2: 1992).

 

2.1.2 Persyaratan Penghantar Instalasi

a. Besar penampang penghantar

Menurut PUIL 1987, penghantar untuk pemasangan tetap harus dari

bahan tembaga dengan penampang sekurang-kurangnya 1,5 mm2 atau

dari bahan lain dengan bahan yang ekivalen (LIPI, 1987; Pasal 840. B1)

b. Identifikasi warna penghantar

Identifikasi warna penghantar bertujuan untuk mendapatkan

kesatuan pengertian mengenai penggunaansuatu warna atau warna loreng

yang digunakan untuk mengenal penghantar, guna keseragaman dan

mempertinggi keamanan.

Mengenai penggunaan warna untuk identifikasi penghantar berlaku

ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

1) Warna loreng hijau-kuning (majemuk) hanya boleh digunakan

untuk menandai penghantar pembumian.

2) Warna biru digunakan untuk menandai penghantar netral atau

kabel tengah, pada instalasi listrik dengan penghantar netral.

3) Warna-warna hitam, kuning dan merah digunakan untuk

menandai penghanta fase.

Pada instalasi fase-tiga, warna-warna yang harus digunakan untuk

fase-fasenya adalah:

Fase 1 (fase R): merah

Fase 2 (fase S): kuning dan Fase 3 (fase T): hitam

Ketentuan-ketentuan diatas berlaku untuk semua instalasi pasangan

tetap maupun sementara, termasuk pada perlengkapan hubung bagi (LIPI,

1987: Pasal 701)

2.1.3 Pengaman Instalasi

Untuk menjaga agar tidak terjadi kerusakan pada instalasi listrik yang

disebabkan karena panas, maka perlu digunakan pengaman instalasi.

Pengaman yang digunakan pada instalasi listrik rumah tinggal dengan

tegangan 220 Volt (fase-netral) ada tiga yaitu:

a. Saklar Arus Maksimum / Pemutus Daya

Saklar arus maksimum yang biasa digunakan pada instalasi rumah

tinggal adalah magnetic circuit breaker (MCB), yang dapat berfungsi

sebagai pengaman ganda. Yaitu dapat memutuskan rangkaian apabila

terjadi hubung singkat dan dapat memutuskan rangkaian apabila terjadi

beban lebih.

b. Pengaman Lebur

Pengaman lebur adalah salah satu pengaman yang digunakan pada

penerangan instalasi rumah. Pengaman lebur atau sekring berfungsi

untuk mengamankan hantaran dan peralatan listrik terhadap beban lebih,

hubung singkat antar fasa atau antara fasa dan netral. Yang disebabkan

oleh kerusakan isolasi atau hubung singkat dengan badan atau peralatan

listrik.

c. Pentanahan (Grounding)

Pentanahan adalah salah satu alat pengaman listrik yang berfungsi

untuk menjaga keselamatan jiwa manusia terhadap bahaya tegangan

sentuh. Tegangan sentuh adalah tegangan yang timbul antara dua bagian

yang dapat tersentuh dengan serempak karena terjadi gangguan instalasi

(LIPI, 1987: Pasal 108. T9) Jika terjadi kerusakan isolasi pada suatu

instalasi yang bertegangan, maka bahaya tegangan sentuh dapat

dihindari, karena arus terus mengalir menuju tanah melalui sistem

pentanahan (grounding)

Pada sistem pentanahan suhu instalasi terdiri dari komponenkomponen

sebagai berikut:

1) Elektroda Pentanahan.

Menurut PUIL 1987, elektroda bumi ialah penghantar yang di

tanam dalam tanah dan membuat kontak langsung dengan tanah.

Penghantar bumi yang tidak berisolasi ditanam dalam tanah dianggap

sebagai elektroda tanah.

Sebagai bahan elektroda tanah digunakan tembaga atau baja yang

digalvanis atau dilapisi tembaga sepanjang kondisi setempat, tidak

mengharuskan memakai bahan lain (misal pada perusahaan kimia).

Elektroda tanah harus diberi tanda pengenal dengan mencantumkan

merek pabrik tersebut, ukuran diameter dan panjang elektroda tanah

tersebut. Ukuran minimum elektroda bumi dapat dilihat pada

lampiran 2 tabel 4.

Ada beberapa jenis elektroda pentanahan yang digunakan dalam

sistem pentanahan yaitu:

a) Elektroda Pita.

Elektroda pita adalah elektroda yang terbuat dari hantaran

yang berbentuk pita atau berpenampang bulat atau hantaran pilit.

Dalam pemasangan elektroda ini mempunyai kombinasi bentuk

antara lain memanjang dengan cara radial, melingkar atau

kombinasi dari bentuk tersebut. Jika keadaan tanah mengijinkan,

elektroda pita harus ditanam sedalam 0,5 sampai 1,0 m secara

horisontal di dalamtanah.

b) Elektroda Batang.

Elektroda batang ialah elektroda dari pita atau besi baja

profil yang dipasang tegak lurus (vertikal) ke dalam tanah.

Umumnya digunakan batang tembaga dengan diameter 5/8 inc

sampai ¾ inc, panjang 4 m. Atau pipa galvanis dengan diameter 1

inc sampai 2 inc, panjang 6 m.

Elektroda batang harus dipasang secara tegak lurus kedalam

tanah, dengan bagian atas batang terletak 30 cm di bawah

permukaan tanah. Panjang elektroda harus disesuaikan dengan

hambatan pentanahan yang diperlukan. Untuk memperoleh nilai

hambatan pentanahan yang kecil, harus diperlukan beberapa

elektroda batang yang pemasangannya jarak antara elektroda

tersebut minimum harus dua kali panjangnya.

c) Elektroda Pelat.

Elektroda pelat adalah elektroda dari bahan pelat logam

(utuh atau berhubung) atau dari kawat kasa. Elektroda pelat

ditanam tegak lurus di dalam tanah dan umumnya cukup dengan

plat ukuran 4 m x 0,5 m. Untuk memperoleh tahanan yang lebih

rendah, maka beberapa plat dapat digunakan secara bersama

dengan rangkaian paralel.

d) Pipa Air.

Jaringan pipa air minum dapat juga digunakan sebagai

elektroda pentanahan, dengan syarat ujung pipa di kedua sisi

meter air harus dihubungkan dengan baik. Untuk hubungan

tersebut digunakan kawat baja berlapis seng, kawat tembaga

berlapis timah putih atau pita baja berlapis seng.

2) Penghantar Pentanahan.

Penghantar pentanahan adalah penghantar pengaman yang

digunakan pada sistem pentanahan, yaitu untuk menghubungkan

sistem pentanahan dari elektroda pentanahan ke terminal utama

pentanahan dan dari terminal utama pentanahan sampai ke peralatan

listrik yang ditanahkan. Penghantar tanah harus dibuat dari bahan

tembaga atau aluminium atau baja atau perpaduan dari bahan

tersebut.

Berdasarkan kekuatan mekanisnya, luas penampang minimum

penghantar bumi yaitu:

a) Untuk penghantar yang terlindung kokoh secara mekanis 1,5 mm2

tembaga atau 2,5 mm2 aluminium.

b) Untuk penghantar yang tidak terlindungi kokoh secara mekanis 4

mm2 tembaga atau pita baja yang tebalnya 2,5 mm2 dan luas

penampang 50 mm2.

Ukuran penampamg penghantar pentanahan pada rangkaian

cabang instalasi, berbeda dengan penampang penghantar pentanahan

pada saluran utama. Untuk ukuran penampang penghantar pentanahan

pada saluran utama akan lebih besar dari saluran cabang. Hal ini

disesuaikan dengan luas penampang penghantar fasanya.

Menurut PUIL 1987, luas penampang nominal penghantar

pengaman harus sekurang-kurangnya sesuai dengan tabel 5 (LIPI,

1987: Pasal 312. B. 4).

Sambungan antara hantaran pentanahan dan elektroda

pentanahan harus mekanis kuat dan membuat kontak listrik yang

baik, sambungan ini dapat berupa sambungan las atau baut, yang

tidak mudah lepas sendiri. Diameter baut yang digunaka sekurangkurangnya

10 mm. Hantaran pentanahan yang dipasang di atas tanah

harus mudah terlihat dan jika tertutup harus mudah tercapai. Jika

perlu hantaran ini harus dilindungi terhadap bahaya kerusakan

mekanis ataupun kimiawi.

Dalam penggunaan pada rumah tinggal sebaiknya tidak

digunakan penghantar pentanahan telanjang. Penghantar pentanahan

berisolasi harus memiliki isolasi setaraf dengan isolasi dari

penghantar fasa dan netral.

Umtuk keperluan pengujian, dalam penghantar pentanahan harus

ada sambungan yang dapat dilepas untuk memisahkan bagian di atas

tanah dari bagian yang ditanam. Sambungan ini harus dibuat ditempat

yang mudah dicapai dan sedapat mungkin ditempat yang memang

harus ada sambungan.

2.1.4 Pengujian Instalasi

Semua instalasi baik yang baru maupunyang sementara, harus diuji

dengan seksama sebelum siap untuk dipergunakan. Pengujian juga

berlaku untuk tambahan dan perubahan. Pengujian dengan instrumen

listrik harus diikuti oleh pemeriksaan visual yang teliti terhadap

kesempurnaan mekanik sambungan dan hubungan.

Menurut PUIL 1987 pasal 910 C.2, pemeriksaan dan pengujian

instalasi listrik dilakukan antara lain mengenai hal-hal sebagai berikut:

(a) Berbagai macam tanda pengenal dan papan peringatan.

(b) Perlengkapan listrik yang dipasang.

(c) Cara memasang perlengkapan listrik.

(d) Polaritas

(e) Pembumian

(f) Reistansi isolasi

(g) Kesinambungan sirkit

(h) Fungsi pengaman sistem instalasi listrik.

Pemeriksaan pengujian tersebut diatas kemudian disusull dengan

uji coba.

2.2 MENGUJI INSTALASI LISTRIK

2.2.1 Penampang Penghantar.

Menurut PUIL 1987 penghatar untuk pemasangan tetap harus dari

bahan tembaga dengan penampang sekurang-kurangnya 1,5 mm2 atau dari

bahan yang ekivalen. Oleh karena itu sangan perlu sekali ditinjau kembali

penggunaan ukuran penghantar pada penambahan titik beban instalasi. Alat

ukur yang digunakan peneliti untuk mengukur besarnya penampang

penghantar adalah Mistar Ingsut. Mistar Ingsut adalah alat ukur presisi yang

dapat mengukur ukuran luar, dalam, tinggi benda. Juga dapat untuk

mengukur tebal benda 0,1 sampai 0,5 mm.

2.2.2 Tahanan Isolasi ( R isolasi )

a. Pengertian tahanan isolasi

Tahanan isolasi adalah tahanan antara dua kabel saluran atau dua

bagian yang diisolir satu dengan yang lain. Nilai tahanan isolasi dari

bagian dalam ruangan yang kering harus mempunyai nilai sekurangkurangnya

1000 ohm per satu volt tegangan manual. Jika tegangan

yang digunakan pada instalasi rumah 220 V, maka nilai tahanan yang

diperlukan sebesar 220000 ohm.

b. Syarat tahanan isolasi.

Berdasarkan PUIL 1987(Pasal 220.B.1) syarat pengujian tahanan

isolasi adalah:

1) Resistansi isolasi dari bagian instalasi dalam ruangan yang kering

harus mempunyai nilai sekurang-kurangnya 1000 ohm per satu

volt tegangan nominal.

2) Bagian instalasi yang diukur adalah yang terletak diantara dua

pengaman arus lebi dan yang terletak sesudah pengaman arus

yang terakhir.

c. Mengukur tahanan isolasi.

Untuk mengukur besarnya nilai tahanan isolasi, Peneliti

menggunakan alat ukur Megger. Dibawah adalah gambar cara untuk

mengukur tahanan isolasi pada suatu instalasi penerangan rumah.

n f

M

Ke rangkaian

b. Pengukuran netral dengan tanah

n f

M

Ke rangkaian

a. Pengukuran fasa dengan tanah

Keterangan gambar:

Tanda n adalah nol dan f adalah fasa.

M = Alat ukur meger (500 Volt – 1000 Volt)

Pada meger ini memerlukan tegangan ukur yang lebih tinggi, dan

biasanya diperoleh dari generator tangan yang mana dapat

menghasilkan tegangan dari 500 volt sampai 1000 volt.

2.2.3 Tahanan Pentanahan.

a. Pengertian Tahanan Pentanahan

Tahanan pentanahan yaitu tahanan antara elektrode pentanahan

yang di tanam didalam tanah terhadap tanah disekitar elektrode

pentanahan tersebut. Elektrode pentanahan adalah konduktor yang

n f

M

Ke rangkaian

Gambar 3.

Cara mengukur tahanan isolasi

sengaja ditanam dalam tanah, masuk mendapatkan kontak yang baik

antara bagian-bagian tertentu dari sistem listrik atau bagian-bagian

badan peralatan yang diamankan.

Maksud dan tujuan diadakannya sistem pentanahan ini adalah

untuk menjaga keselamatan jiwa manusia terhadap bahaya tegangan

sentuh. Sedangkan tujuan pengukuran pentanahan adalah mengetahui

apakah tahanan pentanahan instalasi rumah masih sesuai dengan

persaratan yang berlaku atau tidak.

b. Faktor yang mempengaruhi besar tahanan pentanahan.

- Nilai arus yang menyebabkan bekerjanya gawai

pengaman arus.

- Nilai arus nominal gawai pengaman arus.

- Suatu faktor yang nilainya bergantung pada

karakteristik gawai pengaman arus.

- Batas tegangan sentuh.

c. Syarat Tahanan Pentanahan

Berdasarkan PUIL 1987 (Pasal 321: B. 1), syarat pengujian

tahanan pentanahan adalah resistansi pembumian perlengkapan dan

instalasi listrik yang diamakan tidak boleh melebihi nilai

Rp =50 / IA Ohm.

Keterangan:

IA = k x IN

Rp = Resistansi pembumian perlengkapan dan instalasi listrik, dalam

ohm.

IA = Nilai arus yang menyebabkan bekerjan7ya gawai pengaman

arus lebih dalam waktu maksimum 5 detik, dalam ampere.

IN = Nilai arus nominal gawai pengaman arus lebih, dalam ampere.

k = Suatu faktor yang nilainya bergantung pada karakteristik gawai

pengaman arus lebih. Untuk pengaman lebur, nilai k berkisar

antara 2,5 da 5, sedangkan untuk gawai pengaman lainnya

antara 1,25 dan 3,5. Jadi nilai k tergantung pada jenis gawai

pengaman dan spesifik pabrik pembuatnya.

50 = Batas tegangan sentuh yang diijinkan, dalam volt.

Jadi nilai resistansi pembumian untuk instalasi penerangan

rumah menggunakan pengaman lebur (kminimal = 2,5) dengan arus

nominal pengaman 4 ampere, nilai maksimalresistansi

pembumiannya kurang dari 5 ohm.

d. Mengukur Tahanan Pentanahan.

Untuk mendapatkan pembacaan yang langsung maka alat yang

dipakai peneliti adalah Earth meter. Pada prinsipnya pengukura

tahanan pentanahan menggunakan dua elektroda bantu. Adapun cara

pengukuran dapat dilihat pada gambar 4.

Elektroda bantu C dihubungkan ketanah dalam jarak kurang lebih 10

sampai 20 meter dari peralatan yang diukur, dalam hal ini adalah instalasi

peneangan yang dihubungkan ke elektroda E. Sedangkan elektroda bantu

P dihubungkan dalam jarak kurang lebih setengah dari jarak elektroda

bantu E dan C.

Jadi dimisalkan jarak antara E dan C adalah l meter, maka jarak

antara terminal E dan P adalah x meter seperti terlihat pada gambar 4.

Jika tahanan pentanahan E terhadap tanah diukur, akan menghasilkan

grafik 1. Selanjutnya, jika elektoda bantu P didekatkan pada elektroda E

X

l

E P C

(Measurement valve)

Gambar 4.

Jarak Pemasangan Elektroda Bantu Pada

Pengukuran Tahanan Pentanahan

Grafik 1.

Tahanan Pentanahan

Re

T

Keterangan:

Re: Tahanan pentanahan.

T : Jarak elektroda bantu.

atau elektroda bantu C, akan timbul kekacauan karena tidak

memungkinkan adanya pemisahan tahanan pentanahan yang dihasilkan

(Re) dari elektroda bantu pentanahan (Rc).

Sebagai peraturan umum, elektroda bantu P harus dimasukkan dalam

tanah pada posisi tepat diantara elektroda E dan elektroda bantu C.

2.3 KERANGKA BERPIKIR

Kelayakan pakai suatu instalasi penerangan rumah berkaitan dengan

standart peraturan dan usia pemakaiannya. Kerangka berpikir ini dimaksudkan

untuk memberikan pengetahuan mengenai standart peraturan instalasi

penerangan rumah, sebagai upaya untuk mengetahui sejauh mana tingkat

kelayakan pemakaian instalasi penerangan rumah setelah 10 tahun di Desa

Pandean Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang.

Pada pemasangan instalasi, semua peralatan dan perlengkapan instalasi

yang akan digunakan harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang tercantum

dalam PUIL. Dari berbagai peralatan dan perlengkapan instalasi tersebut

diantaranya adalah penghantar instalasi dan pengaman instalasi.

Ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dari penghantar instalasi adalah

besar penampang penghantar, pemasangan penghantar dan identifikasi

penghantar dengan warna. Pengaman instalasi yang digunakan dalam suatu

instalasi penerangan rumah ialah saklar arus maksimum atau pemutus daya,

pengaman lebur dan pembumian.

About these ads

3 thoughts on “Instalasi Listrik Rumah Tangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s