Malam Mingguan Bersama, di Kota Tua Batavia

Kota Tua dimalam hari memiliki kesan yang berbeda disaat siang harinya.

Karena di siang hari wilayah Kota Tua tak seramai di malam harinya bukan hanya itu disiang hari biasanya orang-orang atau para pengunjung dapat menikmati pemandangan gedung-gedung tua peninggalan jaman pemerintahan Belanda yang ada disana serta menikmati kunjungan diberbagai museum yang memanfaatkan gedung-gedung bekas peninggalan jaman Batavia Belanda Tempo Doeloe tersebut.

Sedangkan dimalam hari akan ada perbedaan suasana yg sangat terasa, yaitu mulai dari beragam pedagang yang menyuguhkan bermacam-macam jenis dagangan mulai dari pakaian, boneka, asesoris gelang, cincin, kalung, jam tangan, pernak-pernik, hiasan kamar dan ada juga yang menyediakan permainan yang berhadiah rokok dan uang sebesar Rp 10.000,- seperti permainan Catur ‘tiga langkah mati’ dan juga permainan ‘memasukkan lingkaran kawat kedalam botol yang diatasnya ada paku’ yang hadiahnya adalah minuman soda ukuran 1 liter tersebut.

Kunjungan saya kali ini berkunjung ke Kota Tua tepat tiba sampai jam 9 dengan rute perjalan dari bekasi (kranji) lewat jalan raya utama bekasi – pulo gadung – cempaka mas – kemayoran – pasar baru – gajah mada – Kota Tua, Beos.

Rute ini saya ambil tanpa sengaja yang kebetulan juga belum mengetahui jalur tersebut, berhubung saya mendengar kalau di senen sedang ada perbaikan jembatan fly over makanya saya tak mau mengambil resiko untuk bermacet ria dia area tersebut.

Rute ini tak mempersingkat waktu perjalanan saya kali ini tapi sepanjang jalan saya tidak menemukan macet yang berarti selama kemayoran – pasar baru, terkena macet pas di jalan Gajah mada, yang memang biasanya macet karena didaerah tersebut masih berlaku parkir liar yang membuat jalan menjadi lebih sempit dan terlebih kalo ada kendaraan yang ingin keluar dari area parkirnya.

Setibanya di Kota Tua saya dikagetkan dengan maraknya pedagang soalnya tak lama sekitar 3 bulanan terakhir ke tempat itu kayanya gak seramai tadi malam.

Para pengunjung pun terlihat lebih ramai dari biasanya saya berkunjung kesana.

Aktifitas yang biasa dilakukan pengujung disana ada yang berfotografi dan modeling serta nongkrong2 bersama komunitas seperti komunitas anak reage, anak Skate dan Sepeda dan tak sedikit pula anak Motor yang berkecimpung disana. Sambil menikmati suasana malam di Tuanya Kota Jakarta, pengunjung bisa berbelanja kecil ataupun cuci mata …

Ada juga seniman Lukis yang menawarkan jasa melukis ditempat lewat foto. Ada juga seniman yang menjual barang-barang unik bertekstur kerang. Tak hanya itu seniman tatto juga marak menjualkan jasa melukis tubuh baik yang temporrer maupun yang asli tatto pake jarum suntikkk… (ati2 jarumnya bro)

Kalo bete trus mau duduk2 juga ada yang menyediakan lapak untuk kita beristirahat, jangan lupa sambil jajan kopi atau minuman segar lainnya biar gak diusir .. hahayy

Gak ada salahnya kita menjadikan Kota Tua sebagai  tempat yang asik di salah satu sudut wilayah yang ada di Jakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s